Wali Kota Bima Sholat Idul Fitri Bersama, Ustadz Islamudin Di lapangan Pahlawan
Cari Berita

Advertisement

Wali Kota Bima Sholat Idul Fitri Bersama, Ustadz Islamudin Di lapangan Pahlawan

Kamis, 13 Mei 2021

Kota Bima, Media Buser Bima — Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Ketua TP PKK Kota Bima, Hj Ellya HM Lutfi melaksanakan salat Idul Fitri 1442 / 2021 Masehi di Lapangan Pahlawan Kecamatan Raba Kota Bima, Kamis (13/5/2021).

Pada kegiatan yang juga diikuti Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa kamal, Ketua DPRD Kota Bima AlFian Indrawirawan S. Adm serta Kajari Bima ini, ustadz Islamudin Abubakar S.Pd.I bertindak sebagai khatib dan menyampaikan khutbah berjudul “mari meningkatkan dan mempertahankan ketaqwaan dalam tiga dimensi waktu Ramadan”. Sementara salat Idul Fitri dipimpin Ketua MUI Kota Bima TGH Abidin H Idris.  

“Segala puji hanya milik Allah, semesta alam yang telah mengaruniakan kepada kita kekuatan dan kenikmatan serta kesehatan. Kita sangat bersyukur secara khusus, karena kita di Kota Bima tercinta pada tahun 2021 ini masih bisa melaksanakan sholat Idul Fitri di Lapangan Pahlawan Raba Kota Bima,” ucap Ustadz Islamudin mengawali khutbahnya di hadapan Wali Kota Bima, dan anggota FKPD dan ratusan jemaah.
Usadz Islamudin mengajak umat muslim meningkatkan kesadaran, keimanan serta insya pada Allah SWT yang disertai taqwa yang sebenar-benarnya, “Karena hanya orang-orang yang bertaqwalah yang akan dapat menikmati indah dan lezatnya kehidupan dunia dan akhirat,” ucapnya.

Islamudin mengatakan," dalam mewujudkan kesucian dan kemuliaan bulan Ramadan, ada tiga dimensi waktu yang selalu dirayakan dan dilaksanakan oleh kaum muslimin se-dunia sebagai perwujudan akan kebahagian dan kerinduannya terhadap bulan Ramadan," Katanya

Dia menyebut, tiga dimensi itu yaitu persiapan mental menjelang Ramadhan, yang pada dasarnya kaum muslimin telah menyiapkan diri sebagai ungkapan bahagia dan rindunya kehadiran bulan suci Ramadan dengan melakukan doa dan beberapa kegiatan, antara lain berdoa, rasa bahagia menyambut kehadiran Ramadhan dan bukan sebaliknya.

Dimensi kedua yaitu melaksanakan puasa sunat, yaitu puasa Rajab dan puasa Syakban serta silaturrahmi dengan melaksanakan doa nisfu Syakban. “Pelaksanaan puasa Ramadhan sesuai dengan tujuan perintah puasa, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al- Baqarah ayat 183,” katanya.

Dijelaskannya, dimensi adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Yaitu melaksanakan puasa, bersabar dan beristigfar, demensi hiruk pikuk persiapan menunggu berbuka puasa dengan membanyak zikir dan doa, mendengarkan kultum, tausiah keagamaan. Selain itu, melaksanakan salat tarawih, tadarussan quran, persiapan makan sahur dan imsak, kegiatan nuzulul quran, lailatul qadar, salat subuh berjamaah di masjid membayar zakat fithrah, salat Idul Fitri seperti yang dilaksanakan," jelasnya

Adapun dimensi menahan diri katanya, di antaranya menahan hawa nafsu seksual, lapar dan dahaga, mengucap kata- kata kotor, cekcok dan konflik, menahan mencaci maki.

“Kedatangan Ramadan menjadikan kita bahagia menyambutnya dan kepergiannya membuat kita sedih dan menangis. Itulah bulan suci Ramadan, walau bulan Ramadan telah pergi meninggalkan kita kaum muslimin, tetapi marilah kita tetap memelihara dan mempertahankan buah didikan dan gemblengan selama bulan Ramadan,” katanya.

Diingatkannya, kemuliaan sikap dan amalan harus tetap dipertahankan, yaitu tetap semangat beribadah dan beramal saleh secara kualitas maupun kuantitas, menjaga diri dari maksiat. Walau Ramadan telah pergi, Ustadz Islamudin mengajak kaum muslimin mengendalikan diri dari hawa nafsu melalui ibadah puasa.  

“Karena jiwa kita telah dididik dan dibina selama Ramadan, suka membantu dan mencintai saudara seiman. Selalu menjaga salat berjamaah di masjid atau musholla Sejatinya semangat salat berjamaah ini bisa dipertahankan dan dilanjutkan pada sholat lima waktu setelah Ramadan,” ujarnya

Selain itu diingatkannya, kaum muslimin agar menjaga puasa sunah seperti puasa Syawal, mempertahankan tadarusan quran. “Mari kita tetap patuh pada ajakan pemerintah untuk mematuhi Prokes Covid-19 dengan 3 M dan menjaga kelestarian alam dana Mbojo yang tercinta ini,” ajaknya.

Usai penyampaian khutbah oleh Ustadz Islamudin, kegiatan dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Kota Bima TGH Abidin H Idris.

Berkaitan pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah pada 13 Mei 2021, Pemkot Bima menyampaikan lima imbauan kepada panitia dan jemaat sholat Idul Fitri agar mengikuti ketentuan pelaksanaan  yaitu menyediakan tempat cuci tangan dan para jamaah wajib cuci tangan, menjaga jarak minimal satu meter sebelum, saat dan setelah sholat memakai masker dan tidak bersalaman, mengurangi kerumunan anak-anak serta mengimbau panitia agar menunjuk khatib cadangan untuk menjaga halangan khatib. Selain itu membacakan hasil pengumpulan zakat sebelum acara salat Idul Fitri dimulai.

Kegiatan salat Idul Fitri di Lapangan Pahlawan Kecamatan Raba Kota Bima diawali pengecekan suhu tubuh peserta salat dan pembersihan tangan menggunakan hand sanitizer," tutupnya

BB 01