Rully Rahadian : Peran Media Online Dalam Menyikapi Perang Asimetris Sebagai Antisipasi Penghancuran Karakter Bangsa
Cari Berita

Advertisement

Rully Rahadian : Peran Media Online Dalam Menyikapi Perang Asimetris Sebagai Antisipasi Penghancuran Karakter Bangsa

Senin, 21 Desember 2020

JAKARTA,Media Buser Bima--  Dalam rangka persiapan Launching Media Independen Online Indonesia atau MIO, pada tanggal 21 Désémber 2020, Rully Rahadian Ketua DPP MIO Indonesia memberikan gambaran pentingnya jajaran personil setiap Media Online di Indonesia khususnya para Jurnalisnya untuk memahami Konsep Perang Asimetris. 

"Bangsa ini sudah memasuki tahap krisis nilai-nilai Kebangsaan, yang akan berpengaruh terhadap eksistensi bangsa ini, karena proyeksi situasi dan kondisi ini secara langsung berdampak terhadap identitas dan karakter bangsa." ujar Rully membuka perbincangan ini. 

Dalam paparannya, Rully menjelaskan pentingnya pemahaman Perang Asimetris dalam produk berita yang diangkat media online, mengingat krisis nilai kebangsaan yang terjadi pada bangsa ini sekarang. 

"Informasi bergerak sangat cepat dan masyarakat dengan mudah mengaksesnya melalui sarana berplatform digital yang kini dimiliki sebagian besar masyarakat." Papar Rully menjelaskan kemudahan mengakses berita melalui ponsel pintar. 

"Sangat mudah merusak mental ideologi masyarakat melalui media online secara masif dan terstruktur lewat pemberitaan yang menyesatkan, kabar bohong atau hoax, yang dikemas apik melalui media online yang dianggap legal dibanding media sosial" Jelas Rully lagi. 

Faktanya, di Indonesia ini ada 47 ribu media online, namun hanya segelintir yang memiliki legalitas sebagai perusahaan pemberitaan berbasis digital. Menyikapi kondisi inilah MIO mengambil langkah untuk membantu mempermudah media-media online Indonesia yang menjadi anggotamya agar menjadi Media Online yang terlegitimasi, dan mempunyai kredibilitas yang baik melalui program-programnya. 

Jika berita yang masyarakat terima sifatnya Hoax, tentunya akan berbahaya dan memberikan dampak negatif dalam sistem kemasyarakatan. Kita tidak pernah bisa menebak kapan, dimana, dan melalui konsep seperti apa para aktor Perang Asimetris bergerak dalam menjalankan aksinya.

Artinya, dampak yang akan ditimbulkan dari fenomena tersebut adalah terbentuknya Penjajahan Paradigmatis, yang akan menimbulkan benturan sistem nilai, norma, dan Kepentingan Universal yang akan berseteru dengan Kepentingan Nasional. 

"Sudah terlalu banyak contoh yang kita lihat seperti penghancuran budaya lokal, pembentukan superioritas bangsa asing, pelaziman kebiasaan buruk dan masih banyak lagi." Tandas Rully menguatkan situasi bamgsa kita terkini. 

Disinilah dibutukan ketajaman analisa para Jurnalis, sehingga mampu meluruskan berita simpang siur, dan memiliki strategi yang tepat dalam mendistribusikan berita melalui media online. 

"Tapi kita tidak perlu pesimis, karena masyarakat kita semakin cerdas. Disamping itu, Jurnalis adalah profesi yang mulia sebagai pembawa kabar yang benar dan mencerdaskan masyarakat." ujar Rully yang juga Ketua Lembaga Konservasi Budaya Indonesia, dan Pusat Kajian Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasiomal. 

Prinsip seorang Jurmalis yang lebih baik tahu sedikit mengenai banyak hal daripada tahu banyak mengenai satu hal merupakan modal dasar dalam menyebar pemahaman positif untuk mengantisipasi Perang Asimetris, disamping pemahaman Wawasan Kebamgsaan yang sudah semestinya berada dalam genggaman" Pungkas Rully dalam akhir paparannya. 

Sebagai penutup, Rully menyampaikan, *Budaya* merupakan kata kunci dalam melindungi bangsa ini dari carut marut dampak Perang Asimetris. Kita harus terus aktif membangun pemahaman Budaya di masyarakat, khsusunya kearifan lokal kita, karena bangsa ini adalah bangsa yang berbudaya Adiluhung sejak dulu. 

Para aktor dunia sangat mengerti dan tahu bahwa Indonésia sangat kaya dengan sumber dayanya, sehingga Indonesia menjadi perebutan di Dunia. Mereka tahu, dengan memecah belah dan menghilangkan budayanyalah cara menghancurkan bangsa ini. 

Rully juga memberi sedikit bocoran, bahwa di MIO kelak akan ada pelatihan-pelatihan mengenai wawasan kebamgsaan, bela negara, dan konsep perang asimetris tadi secara umum. Hal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia bidang Jurnalistik, khusus bagi Jurnalis-Jurnalis yang media onlinenya tempat meteka bernaung menjadi anggota MIO. (Red)


Bang Buser BB 01