Warga NTT Menuntut Pelaku Pembunuhan Sadis Gadis Kecil Di Hukum Mati

Iklan 970x250 px

Warga NTT Menuntut Pelaku Pembunuhan Sadis Gadis Kecil Di Hukum Mati

Selasa, 07 Juli 2020
 Foto Sulaiman Dan Finsen Pada Saat Melakukan Aksi Di Depan Polres Kota Bima  ( Dok Bang Buser )


Kota Bima,Media Buser Bima – Lebih kurang seribu orang Warga ( NTT ) Nusa Tenggara Timur Orasi  depan polres kota bima, Meminta kepada Pihak kepolisian agar pelaku pembunuhan putri 9  di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima beberapa waktu yang lalu dihukum mati.  Menggunakan 4 unit Mobil pic up ,alat penggeras suara ,famplet Dan ratusan sepeda motor menghadang jalan raya pada pukul 09 30 wita senin(  06/07/2020 )

Aksi warga yang mengatasnamakan Flabamora ini menuntut pelaku pembunuhan pelajar putri harus di hukum mati,karna kalau tidak di hukum mati keluarkan pelakunya sebab kami mempunyai hukum adat .

Sulaiman warga NTT pada saat di wawancarai oleh awak media buser bima di lokasi orasinya kami masyarakat  NTT yang tinggal baru yang tinggal di Bima yang datang sebanyak ini kalau memang tuntutan kami tidak di penuhi maka akan bertambah banyak masyarakat yang turun lagin kelapangan menuntut pelaku pembunuh seorang gadis bernama Putri warga keturunan NTT untuk dihukum mati.
 
Foto Masa Aksi Depan Polres Kota Bima 
 "Hukum mati,  kalau tidak bisa dihukum mati,  kami minta pihak kepolisian keluarkan dia supaya kami punya hukum adat. Ya nyawa di bayar nyawa," lanjutnya lagi

 Lanjut sulaiman kalau pelaku pembunuhan ini tidak di hukum mati kami takut putri putri kami akan jadi korban lagi nah oleh sebab itu kita turun gedor pihak aparat kepolisian dan kejaksaan negri bima hari ini semoga tutntutan kami dapat di penuhi,” terang nya

 Finsen tak mau kalah ikut komentar juga kami minta kepada aparat kepolisian agar kasus ini segera tuntaskan karan penilaiyan kami lambat cara menangganinya maka kami turun aksi hari ,dan ini baru pertama kami kami aksi kalau tidak di indahkan mungkin nanti akan lebih banyak lagi masa yang turun tidur di jalan ini,”tutupnya

 Bang Buser BB 01