Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima M Aminurlah Pemda Bima Harus Bantu Petani di Tengah Pandemi Covid19

Iklan 970x250 px

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima M Aminurlah Pemda Bima Harus Bantu Petani di Tengah Pandemi Covid19

Rabu, 10 Juni 2020
Foto Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhamad Aminurlah, SE

Bima ,Media Buser Bima - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, perlu memikirkan bagaimana membantu petani di tengah pandemi covid-19, terutama dalam pengiriman berbagai hasil pertanian, perkebunan dan peternakan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Muhamad Aminurlah, SE, mengatakan, saat ini petani memasuki musim panen, baik jagung, bawang, padi, dan lainnya. Juga banyak warga yang ingin menjual ternaknya ke luar daerah.
Dicontohkannya, seperti keluhan peternak di Bolo dan Madapangga  yang ingin mengirimkan ternak keluar daerah. Namun harus diberatkan dengan biaya keterangan kesehatan.

Selain itu, kata Maman, sapaat akrab nya, membantu penjualan dan pengiriman bawang yang saat ini sedang panen raya, karena pertanian selama ini menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Dikatakannya membantu petani, maka menyelamatkan kemiskinan dan kesejahteraan.

“Berapa banyak jagung yang dipanen  sekarang dan  ini harus difasilitasi, termasuk pengirimannya" ujar Ketua DPD PAN Kabupaten Bima ini.

Diungkapkannya, harus diakui di tengah pandemi Covid-19, keadaan masyarakat Bima secara ekonomi masih bagus. Karena saat pandemi, petani sedang panen padi. Disusul panen jagung dan bawang.
“Karena masyarakat kita mayoritas pertanian. Kita bukan daerah industri yang banyak karyawannya di-PHK, sehingga muncul pengangguran,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya beberapa tahun sebelumnya, bantuan dari pusat untuk pertanian di Kabupaten Bima cukup besar, yakni mencapai Rp200 miliar. Namun sekarang justru tidak ada, padahal dengan adanya bantuan dari pusat,  sangat membantu petani, baik bibit dan obat-obatan. Bantuan ini juga menekan biaya yang dikeluarkan petani, sehingga lebih meningkatkan kesejahteraan. 

“Obat-obatan sekarang mahal. Ini yang dikeluhkan petani. Saat harga panen mahal, tidak masalah, tapi kalau anjlok akan menjadi beban. Jika bisa mendatangkan bantuan besar dari pusat untuk petani, maka  kita cepat keluar dari kemiskinan,” tutupnya.

Bang Buser BB 01