3 Orang Sehat Untuk Diopname Menjadi Pasien Corona

Iklan 970x250 px

3 Orang Sehat Untuk Diopname Menjadi Pasien Corona

Selasa, 09 Juni 2020
Foto Pasien Nur Islam, Husen dan Sura Hatu, ketiganya satu keluarga ayah, ibu dan anak. Setiba di RS Dadi

Makassar,Media Buser Bima - Seorang oknum dari IOM (International Organization for Migration) yang bernama Misbah diduga telah menjemput paksa 3 (tiga) orang warga pada hari Senin 1 April 2020 sekitar Pukul 16.00 Wita di Wisma 155 BTP dengan alasan yang tidak jelas menuju rumah Sakit Dadi Makassar.

Ketiga orang warga Rohingya yang djemput paksa tersebut adalah Nur Islam, Husen dan Sura Hatu, ketiganya satu keluarga ayah, ibu dan anak. Setiba di RS Dadi, ternyata Misbah meminta kepada pihak RS Dadi agar ketiganya diopname atau rawat inap.

Menanggapi hal tersebut pihak deputi medis RSU. Dadi ibu heni yang   bertugas saat itu mengatakan bahwa ketiga pasien tersebut adalah pasien rujukan dari rumah sakit daya berdasarkan pengakuan misbah petugas yang menjemput paksa pasien tersebut padahal yang sebenarnya pasien dijemput paksa dari rumahnya dalam keadaan sehat. Ungkap Nur Islam

Heni juga menambahkan bahwa dirinya tidak pernah memaksa pasien untuk diopname namun berdasarkan surat pengantar dari petugas yang memaksa pasien untuk diopname untuk jadikan status pasien ODP tanpa gejala.

Untuk itu sambil menunggu hasil swab jika terbukti pasien tersebut negatip dinyatakan sehat oleh dokter maka ketiganya, Nur Islam, Husen dan Sura Hatu disarankan untuk dibawa pulang. Ungkapnya

Namun disinyalir Misbah tetap ngotot agar ketiganya dirawat inap sebagaimana pengakuan ibu heni melalui surat pengantar dan via telpon
Setelah menerima telpon tersebut akhirnya menerima permintaan Misbah untuk merawat inap Nur Islam, Husen dan Sura Hatu sebagai pasien Corona (Covid-19).

Selama dirawat di RSU. Dadi Nur Islam, Husen dan Sura Hatu tidak pernah diberi obat, cairan infus. Ironisnya ketiganya digabung dalam satu tempat dengan para pasien yang sudah dianggap ada gejala terinfeksi virus Covid-19.

Selama 9 (Sembilan) hari Nur Islam, Husen dan Sura Hatu di RS Dadi mereka sangat menderita karena situasi tempat yang kurang layak bagi orang yang sehat, makanan yang tidak cocok dan mereka justru mulai mengalami penurunan kondisi fisik.

Seperti pak Nur Islam selama di RS Dadi berat badannya turun 6 KG lebih, “kami ini semua sehat kenapa dibawa kesini ?” demikian pernyataan Nur Islam kepada pihak media. Informasi terakhir yang diterima beberapa warga Rohingya telah di bawah ke beberapa hotel kemudian dimasukkan dalam kamar hotel dengan dalih isolasi untuk pengamanan seperti warga Rohinya yang ada di Wisma Budi pasar Maricaya.

“Apakah ini merupakan modus yang dijalangkan oleh pihak IOM Makassar untuk memanfaatkan dana internasional tertentu  dengan mengorbankan mereka ?”

Staf IOM, Misbah yang membawa ketiganya ke RS Dadi telah dimintai konfirmasi namun Misbah tidak memberikan jawaban baik melalui telpon maupun via Whatshaap.Sementara itu pihak Rumah Sakit yang dimintai keterangan pada hari Sabtu 7 juni 2020 telah dimintai konfirmasi oleh pihak wartawan perihal status Nur Islam, Husen dan Sura Hatu,

Dimana pihak Rumah Sakit menyatakan mereka adalah “Pasien Tanpa Gejala” dan sementara ini menuggu hasil pemeriksaan Laboratorium. Ketika ditanyakan kenapa Nur Islam, Husen dan Sura Hatu ini tanpa gejala terus di rawat inap ? kemudian pihak rumah sakit menyatakan keberadaan mereka di sini karena adanya permintaan rawat inap dari IOM Makassar melalui saudara Misbah, jadi walaupun mereka tanpa ada gejala tetapi karena ada yang ngotot memasukkan mereka ke sini maka terpaksa kami terima.

Atas dimuatnya berita ini disampaikan kepada IOM Makassar untuk segera memberi konfirmasi untuk memanfaatkan  hak jawab atas berita ini.

"Dugaan Ada Skandal Dana Covid-19 Internasional"


Bang Buser BB 01
Sumber (Red/tim)