Bupati Bima Kunker di Lambu Bantu MasJid Sumi 50 Juta

Iklan 970x250 px

Bupati Bima Kunker di Lambu Bantu MasJid Sumi 50 Juta

Kamis, 13 Februari 2020
Foto Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE Saat Kunker Di Sape Lambu

Kabupaten Bima,Media Buser Bima -Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE dan Wakil Bupati H Dahlan HM Noer, melalukan kunjungan kerja di Kecamatan Lambu, Rabu (12/02/20.)

Hadir dalam rombongan Bupati dan Wakil Bima, Ketua DPRD Kabupaten Bima M Putra Feriyandi S.Ip, para asisten, kepala OPD di lingkup Pemerintah kabupaten Bima dan Camat Lambu.

Ratusan warga yang kebanyakan ibu-ibu, antusias menyambut kehadiran rombongan orang nomor satu di Kabupaten Bima itu.
Bahkan para warga rela menunggu dan membanjiri sepanjang jalan protokol di Desa Soro, yang dilewati  Bupati.

Bupati Bima sendiri tiba sekitar pukul 14:30 wita.
Tiba di Desa Soro Bupati langsung mengukuhkan pengurus Surau.
“Pengurus ini akan menjadi penyanggah peradaban,” ungkap Abdul Akhir wakil ketua.

 Umi Dinda, saat pengukuhan, mengatakan Desa Soro adalah yang pertama di datangi, mengawali Kunker Pemerintah. Semoga dengan telah dikukuhkannya Pengurus Surau dapat mengakomodir generasi muda untuk membangun Soro menjadi lebih baik.

“Saya ucapkan terima kasih pada pengurus surau dengan segala keterbatasan, mau membangun membantu Pemerintah,”ungkap Bupati.

Membangun daerah terutama Desa Soro adalah komitmen Pemerintah. Bupati berharap organisasi ini dapat membantu program Pemerintah bersama-sama membangun daerah.

“Kita bangun daerah kita tercinta, sehingga bisa dicontoh oleh daerah lain,”ujar Bupati.

Umi Dinda, berharap terbentuknya Pengurus Surau Desa Soro ini, dapat memberi warna bagi masyarakat dan dapat diikuti oleh Desa lain se Kabupaten Bima. Juga dapat bermanfaat, bersinergi dengan Pemerintah. Atas nama Pemerintah selamat kepada Pengurus yang sudah di kukuhkan. Semoga menjadi perintis di antara desa yang ada.

Sementara itu, Ketua Pengurus Surau Farman, mengatakan sejarah terbentukunya surau karena islam menurut dia pertama masuk di Bima adaLah melalui desa soro. Oleh karena itu agar tidak melupakan sejarah itu, maka dibentuklah pengurus surau ini.

Usai di Desa Soro, Bupati menuju desa Melayu. Di desa yang bertetanggaan ini Umi Dinda, diminta masyarakat untuk dibuatkan lapangan olah raga, perbaikan infrastruktur jalan kemudian pengerukan sungai yang mulai dangkal akibat banjir lumpur di musim hujan. Alat-alat tangkap ikan sesuai kebutuhan nelayan juga diminta bantu oleh masyarakat.

“Kami butuh pukat nilon dan perahu tangkap, ibu Bupati,” pinta nelayan, Dahlan dihadapan Bupati disaksikan ratusan warga yang hadir.
Dari Melayu, Bupati lanjut ke Desa Sumi. Kegiatan Kunker sekaligus tatap muka di pusatkan di halaman Masjid An Nur. Atas nama Pemerintah Daerah Bupati membantu penyelesaian lantai dua Masjid itu, sebesar Rp. 50 juta.
“Kenapa Pemerintah membantu, karena masjid kebanggaan keluarga di Sumi ini, bisa segera di selesaikan untuk sholat tarawih di bulan Ramadhan nanti,”ungkap Bupati.

Setelah di Desa Sumi, lanjut di Desa Rato, Bupati,  Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Bima , asisten dan sejumlah kepala OPD melaksanakan sholat magrib berjamaah di Masjid Arrahman, Rato.Kegiatan tatap muka dan Kunker di pusatkan di halaman Kantor Desa Rato. Ratusan ibu-ibu memenuhi halaman  Kantor Desa, juga empat orang Kadus di Rato.

Bupati menyampaikan permohonan maaf karena masyarakat lama menunggu, sejak siang hari. Menurut, Umi Dinda, pemerintah hadir dan datang ke desa dan kecamatan untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat.
“Insya Allah Pemerintah siap bersama-sama membangun Desa Rato,”ungkap Bupati.

Kepada masyarakat, Bupati menyampaikan pada akhir Februari hingga 31 Maret 2020 akan dilakukan Sensus Pendudukan secara Online.
Bagi masyarakat yang belum sempat disensus maka akan dilakukan pencacahan jiwa yang akan di mulai 1 hingga 31 Juli 2020. Sensus secara online sangat penting bagi masyarakat.

“Saya berharap keluarga di Rato, bisa memastikan apakah sudah disensus atau belum,”katanya.Jangan sampai kita dirugikan yang berakibat pada hak pilih juga hilang.Seperti biasa, Pemerintah memberikan bantuan pada seluruh dusun yang ada di empat desa, berupa alat masak, ampli fire, mic, toa, terpal, alat tangkap pukat, mesin ketinting dan sejumlah kebutuhan masyarakat lainnya.
Bupati berharap, bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan secara bersama-sama dan tidak digunakan secara pribadi oleh Kades maupun Kadus.


Bang Buser BB 01
Sumber(ProKom Setda Bima)