Seruduk Mapolres Warga Minta Pelaku Pemanah Amar Ditangkap

Iklan 970x250 px

Seruduk Mapolres Warga Minta Pelaku Pemanah Amar Ditangkap

Sabtu, 11 Mei 2019
Republiktoday.com
Keluarga korban saat mendatangi kantor Sat Reskrim Polres Bima Kota pada jumat (10/05) malam. (Foto/Eldan)

Kota Bima-Puluhan Warga Kelurahan Rabadompu, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mendatangi Mapolres Bima Kota pada jumat (10/05/2019) malam.

Kedatangan massa dari arah timur kota bima ini, menuntut agar pihak kepolisian mengungkap serta menangkap pelaku pemanah, Fajrul Rahman alias Amar, warga Rabadompu Timur pada kamis (09/05) malam kemarin.

Warga yang mayoritas dari keluarga korban tersebut langsung mendatangi kantor Satuan Reskrim Polres setempat untuk mempertanyakan hasil kinerja pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus kriminalitas yang terjadi di halaman kantor eks Bupati.

Menurut keluarga korban Arif Rahman mengatakan, aksi mendatangi kantor Kepolisian Polres Bima Kota merupakan respon dan aksi spontanitas masyarakat Rabadompu karena belum terungkapnya pelaku memanah Amar yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

"Jika dalam waktu satu kali dua puluh empat jam pelaku belum juga diungkap dan ditangkap, maka kami pihak keluarga akan melakukan aksi solidaritas secara masif." kata Arif saat diwawancarai oleh media ini.

Menanggapi terkait kasus ini, kepolisian Polres Bima Kota melalui KBO Satuan Reskrim Ipda Husnain menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengantongi sebanyak 13 orang para terduga pelaku, dan saat ini dalam mengejaran anggota Buru Sergap Reskrim Polres Bima Kota.

"Terkait kasus ini, kami pihak kepolisian sudah berusaha maksimal untuk mengungkap serta menangkap para pelaku. Tak hanya Buser yang kami lepas, bahkan semua intelijen sudah dikerahkan untuk mencari keberadaan para pelaku. Untuk itu, kami harapkan agar pihak keluarga untuk tetap bersabar sembari menunggu hasil kinerja pihak kepolisian." Tegasnya.

Sementara itu, kejadian yang menimpa korban Amar terjadi pada kamis malam di halaman kantor Eks Bupati. Korban yang saat itu berada tak jauh dari lokasi pertandingan volly ball, tiba tiba diserang oleh OTK dengan panah hingga mengenai kepala bagian belakang tepatnya tak jauh dari area telinga kiri.

Akibat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Bima untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut informasi yang dihimpun, setelah terbaring lemas beberapa jam di RSUD, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Mataram untuk menjalani operasi pengangkatan anak panah yang masih tertancap. (R/05)